Kamis, 29 Maret 2018

Pendidikan Multikultural dalam Mewujudkan Harmoni Sosial


Apakah Anda orang Indonesia? Jika iya, lantas apa yang akan Anda jawab jika Anda ditanya apa kabar Indonesia?  Apakah Anda diam sejenak untuk memikirkan jawaban? Atau Anda langsung spontan menjawab dengan tangkasnya? Atau Anda justru enggan untuk berkomentar tentang keadaan Indonesia, apalagi kabar Indonesia saat ini.
                Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia merupakan negara yang beragam. Beragam karena aneka suku, aneka bahasa, aneka agama, aneka adat istiadat dan aneka-aneka yang lainnya ada di bumi pertiwi ini (read: Indonesia). Keberagaman ini merupakan sebuah realitas yang tak dapat kita ingkari. Keberagaman dapat dipahamai sebagai pengakuan bahwa sebuah masyarakat adalah majemuk/ heterogen. Keberagaman inilah yang bisa menjadikan semakin berintegritasnya suatu bangsa atau justru malah menjadi pemicu konflik didalam suatu bangsa itu sendiri.
                  Secara tidak langsung, keberagaman ini mempengaruhi harmoni sosial dalam masyarakat Indonesia yang multikultural. Harmoni sosial ialah keadaan hidup suatu individu masyarakat yang selaras dan serasi satu sama lain. Abdul Munir Mulkhan dalam bukunya Satu Tuhan Seribu Tafsir mengatakan bahwa Keharmonisan sosial ini akan terwujud jika didalamnya ada sikap saling menghargai dan menyayangi antar anggota keluarga dan masyarakat. Harmoni sosial tidak akan pernah tercapai ketika tidak tercipta kehidupan yang damai serta saling menghargai dari setiap anggota masyarakat yang tinggal bersama dan memiliki perbedaan.
                Seperti yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia, banyak fitnah yang tumbuh subur dalam dunia maya. Dengan mudahnya menshare informasi ataupun berita hoax, media sosial yang dijadikan sarang untuk melancarakan visi dan misi yang keji, dengan menghujat, memaki, mencemooh satu sama lain, terlihat bahwa harmoni sosial di Indonesia sekarang ini patut dipertanyakan dan patut difikirkan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya salah.
                Berangkat dari sinilah seharusnya pendidikan multikultural datang sebagai solusi  yang ditanamkan kedalam setiap individu diseluruh lapisan masyarakat. Dalam pendidikan multikultural, masyarakat diberi pandangan yang luas tentang kebaikan perbedaan yang ada di masyarakat. Pendidikan multikultural ini dapat diterapkan sejak dini dengan cara membekali siswa-siswi dari SD hingga SMA dan bahkan para mahasiswa di perguruan tinggi. Lebih dari itu, pendidikan juga diajarkan kepada anak-anak yang belum mengenyam pedidikan formal, dalam hal ini yaitu anak-anak yang masih dalam asuhan orang tua. Keluarga ialah elemen pertama dan yang paling mendasar dalam membentuk kepribadian anak. Sehingga dari keluargalah –terutama orang tua—juga berperan penting dalam mendidik anak agar pandai dan tidak terlalu rigid dalam menghadapi perbedaan.
                Tidak hanya diajarkan di keluarga, masyarakat dan lingkungan pendidikan formal, pendidikan nonformal seperti pesantren dirasa merupakan tempat yang paling tepat bagi generasi muda untuk belajar memahami perbedaan. Bagaimana tidak, pesantren merupakan tempat bagi para santri untuk menimba ilmu agama, dimana mereka berasal dari berbagai daerah yang otomatis bahasa, dialek, tradisinya pun berbeda. Dari sinilah mereka akan terbiasa hidup berdampingan dalam perbedaan. Di Pesantren diajarkan untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain, untuk berbagi bersama, untuk saling membantu dan bergotong royong.
Dengan demikian, harmoni sosial bisa terwujud dengan menerapkan dan mengimplementasikan pendidikan multikultural yang sebenar-benarnya. Dengan pendidikan multikultural ini diharapkan harmoni sosial di Indonesia --yang sekarang bisa dibilang kurang begitu kondusif—bisa tercipta. Walaupun semua proses dan usaha tidak ada yang instan, tapi setidaknya mencegah lebih baik daripada mengobati.

Minggu, 11 Maret 2018

Cara Cepat Buat Daftar Isi Tanpa Takut Salah

Hallo Guys.. How's ur life? I hope will be always great. Ow ow ow.. Bagi Anda yang merasa berkutat didunia pendidikan ataupun perkantoran atau apapun itu, yang selalu membutuhkan microsoft word anytime, anywhere, pastinya kalian akan disibukkan dengan tugas-tugas kan? Baik itu buat laporan ataupun skripsi dan yang lainnya. Nah disini, Saya hanya ingin berbagi bagaimana cara membuat daftar isi yang cepat tanpa takut salah.
 
Pertama, Anda blok bagian bab. Kemudian pada menu home pilih heading 1, klik kanan, pilih modify dan akan muncul seperti ini. Atur sesuai keinginan anda dan klik ok. Setelah itu anda klik heading lagi. 
 

Kemudian jika pada sub bab anda ingin memasukkan ke dalam daftar isi maka dapat dilakukan dengan cara yang sama. Hanya anda harus pilih heading 2.
Setelah itu, Anda masuk ke dalam halaman daftar isi. Setelah Anda mengeblok dan memodify setiap bab yang ingin ditempatkan di daftar isi, maka Anda masuk ke menu references, klik table of ocntents terus pilih Automatic Table 2.
 

 
Setelah Anda melakukannya, maka daftar isi sudah otomatis. Jika Anda menambah halaman pada isi, maka tidak usah khawatir. Anda tinggal klik update table.
 

Selamat Mencoba..

Sekolah Islam Al Azhar Pekalongan

Gedung Sekolah Islam Al Azhar Pekalonga tampak depan Hai everybody... Bagi kalian yang mungkin masih bingung mencari Sekolah bagus di Kota P...