Muara Cinta sang Bidadari

Judul : Bidadari Bermata
Bening
Penulis : Habiburrahman El
Shirazy
Penerbit : Republika
Tahun
Terbit : Cet.IV Mei 2017
Tebal :
337
Dimensi : 13.5x20.5
ISBN : 9786020822648
Seorang
gadis cantik jelita bak bidadari tinggal di sebuah pesantren yang terletak di Secang
Magelang Jawa Tengah. Ibarat teman-temannya bidadari maka Ayna_begitu sang
penulis menamakan aktor utamanya_ adalah ratunya para bidadari. Ayna tidak
hanya adem dan sedap dipandang_seperti kata juniornya_tetapi juga sholehah,
santun dan pintar. Ayna menjadi tersohor dan banyak mendapat sanjungan karena
menjadi siswa terbaik UN nomer satu tingkat provinsi bidang IPS dan masuk
kedalam sepuluh besar nasional.
Tak
heran dengan semua brand yang melekat pada diri Ayna, banyak lelaki yang naksir
dengan dirinya termasuk Gus Afif anak dari Bu Nyai. Anak bungsu dari Bu Nyainya
itu tidak hanya menjadi siswa terbaik dalam bidang keagamaan, namun juga hafal
Al Quran dan Alfiyah Ibn Malik serta memenangkan Musabaqoh Qiraatul Kutub antar
pesantren se-Jawa Tengah di Brebes. Tak hanya Gus Afif yang diam-diam memendam
rasa pada Ayna, di hati Ayna pun terbesit hal yang sama. Bentuk komunikasi
nonverbal Ayna merefleksikan bahwa Ia juga jatuh hati kepada anak pemilik
pesantren itu. Yaitu ketika tengah malam, pertengahan malam Akhirussanah Ayna
mencuci pakaian Gus Avif yang esok harinya akan dikenakan untuk mengisi
pengajian akbar.
Malangnya,
gadis yang selalu memegang teguh nilai-nilai Islam itu selalu diterpa berbagai
macam cobaan dan polemik hidup pasca lulus dari Madrasah Aliyah. Ayna hidup
sebatang kara, hanya mempunyai keluarga dari saudara tiri almarhumah ibunya yakni
Pak Dhe dan Bu dhe nya yang licik seperti Syaitonirrojim. Setelah menolak
pinangan dari seorang Kyai terhormat Kyai Yusuf_ yang juga merupakan adik
sepupu Bu Nyai_ Pak Dhe nya menikahkan Ayna dengan seorang anggota DPRD yang
kaya raya namun juga bejad akhlaknya.
“
Mas Afif, episode kita ini mirip seperti episode kisah cinta Sri Rama dan Dewi
Sinta. Saat ini aku adalah Dewi Sinta yang ditawan Rahwana. Aku menunggu sikap
kesatriamu, Mas.” Begitulah Ayna sambil terisak tersayat hatinya melihat Gus
Afif terkapar di Rumah Sakit. Gus Avif sakit berminggu-minggu karena memikirkan
Ayna yang sudah menikah dengan pria lain. Alangkah setianya Ayna terhadap cinta
yang Ia miliki untuk Gus Avif hingga Ia tetap menjaga kesuciannya walau sudah
diperistri. Hanya karena Ia percaya akan dijemput oleh Sri Rama kelak.
Lika-liku
perjalanan hidup Ayna pun tidak sekedar itu. Sesaat setelah suaminya diisukan
masuk kedalam daftar tersangka kasus korupsi, Ayna diceraikan. Sayang seribu
sayang, setelah berhasil meloloskan diri dari sarang buaya, Ayna harus masuk
kedalam sarang ular berbisa, yaitu hendak dinikahi oleh seorang penegak hukum
brengsek bernama Brams Margojaduk,S.H. Sungguh amat beruntung kali ini, Ayna
tidak jadi nikah dengan lelaki tua bandot itu dan akhirnya kabur menuju ke
Cianjur untuk menemui teman almarhumah Ibunya dulu.
Nampaknya
upaya Ayna untuk menyelamatkan diri tak selamaya mulus. Bekal Ayna yang semakin
menipis mengharuskan Ia harus mencari tambahan pemasukan untuk survive. Ayna
numpang di rumah kontrakan Mbak Ratih dan bekerja di sebuah kafe. Sudah jatuh
tertimpa tangga pula, begitulah kiranya adagium yang pas untuk Ayna. Kehilangan
uang senilai empat juta lebih dengan justifikasi kehilangan yang menyakitkan. Yakni
diperas secara halus oleh mbak Ratih. Ayna fikir mbak Ratih tulus membantu
namun ternyata malah mencekiknya. Hingga jam tangan mahal miliknya pun diserobot
olehnya.
Berlanjut
hingga menjadi gelandangan yang lontang-lantung ditengah kota Bogor. Makan
makanan sisa orang lain pun Ia lahap. Meskipun begitu, Ia tetap merasakan bahwa
nikmat Allah itu ada dan justru Ia bersyukur. Setelah kucuran air mata, darah
dan kesedihan dilalui, tiba saatnya usaha itu dibayar dengan mereguk sebuah
kesuksesan. Ayna dipertemukan dengan seorang pebisnis wanita yang kaya dan
dermawan. Dari situlah hidup Ayna menjadi lebih berwarna walau hati masih
terpaut dengan Gus Afif yang entah dimana keberadaannya. Bisnis roti yang Ayna
rintis atas bimbingan Bu Rosyidah _sang pebisnis wanita kaya nan dermawan itu_
sukses dan berkembang cukup pesat.
Selang
beberapa tahun, akhirnya Sang Rama menemukan Dewi Sinta. Sang Rama yang selama
ini selalu berada disamping Dewi Sinta tanpa sepengetahuan Dewi Sinta. Iya,
Ayna selama ini tidak mengetahui bahwa Gus Afif adalah salah satu karyawannya.
Hingga tibalah cinta itu sampai di muaranya. Dua insan ini dipersatukan oleh
Sang Maha Cinta dalam sebuah mahligai cinta. Muara cinta sang bidadari berlabuh
pada janji suci.
Novel
religi yang menggugah jiwa. Sebagaimana lumrahnya novel kang Abik, novel
“Bidadari Bermata Bening” ini sangat menyentuh hingga mengaduk-aduk emosi
pembaca. Jalinan ceritanya mengalir namun juga memikat. Alur cerita yang
mempesona menceritakan tentang true love dan mengajarkan kepada pembaca
bagaimana mendekap Islam yang Rahmatan lil Alamin ini. Kita dibawa untuk
tenggelam dalam keelokan ajaran Islam. Tak hanya itu, novel inipun dibumbui
dengan kritik sosial yang tajam mengenai dunia politik yang menambah lezat dan
gurihnya cerita.
Namun, bukan manusia namanya jikalau tak luput
dari salah. Novel ini banyak typo sana sini, walaupun masih tetap bisa dipahami
oleh pembaca. Cover novelnya pun terkesan terlalu feminin dengan warna pink.
Khawatir jikalau ada pembaca laki-laki yang urung membaca hanya karena warna
cover novelnya. Namun sejauh ini, novel ini tetap relevan dan wajib dibaca oleh
para santri dan generasi muda karena motivasi-motivasi didalamnya mendorong
untuk menggapai kesuksesan dengan tekun, tanpa putus asa, bekerja keras,
tawadhu’ dan juga menebar kebajikan.
_Arini
Sabrina_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar