Lomba
Makan, Asyik atau Baik?
Apakah anda pernah melihat
orang-orang yang ramai mengikuti lomba makan? Atau bahkan anda juga pernah
mengikuti lomba makan? Terlepas dari lomba makan apapun jenisnya. Sekilas lomba
makan merupakan jenis lomba yang sangat menyenangkan karena tujuan utamanya
yaitu untuk hiburan dan senang-senang. Menjadikan tontonan menarik dan
menghadirkan tawa bagi setiap orang yang menyaksikan dengan makan terburu-buru
dan terkadang belepotan. Di Indonesia sendiri lomba makan sudah tidak
asing lagi. Lomba makan biasanya diadakan dalam rangka event-event tertentu
seperti hari ulang tahun dan memperingati hari penting lainnya.
sumber: google.com
Namun tahukah anda
bahwa lomba makan ternyata tidak hanya bisa membuat orang tertawa dan havefun.
Namun disisi lain ternyata lomba makan ini berbahaya karena bisa tersedak dan
bisa menyebabkan kematian. Lalu
bagaimana sebenernya lomba makan menurut pandangan Islam? Bagaimana juga lomba
makan jika dilihat dari segi kesehatannya? Lomba makan itu asyik atau baik?
Dalam konteks
agama, terlepas dari agama apapun itu pasti mengajarkan kebaikan. Tak terkecuali
juga mengajarkan bagaimana cara memperlakukan makanan dengan baik sebagai
bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas riskiNya. Dalam Islam, makanan
bukan saja sekedar asupan untuk kebutuhan energi dan gizi saja, melainkan yang
terpenting ialah makanan dapat menumbuhkan kecerdasan dan kesholehan. Itu
sebabnya Islam memerintahkan kepada umatnya untuk makan makanan yang halal dan
baik.[1]
Halal tentu saja dalam hal halal zatnya dan halal
cara memperolehnya. Sementara baik adalah baik dalam etika memakan dan
menyajikan makanan tersebut. Sehingga jika dua syarat itu terpenuhi maka
manusia akan sehat, cerdas dan sholeh.
Contoh etika makan dalam
agama Islam ialah dengan cara duduk, menggunakan tangan kanan yang bersih dan membaca
do’a sebagai ungkapan syukur dan agar diberkahi. Dalam Islampun ada larangan
agar ketika kita makan jangan terburu-buru. Biasanya ketika perlombaan makan
itu diadakan sudah barang tentu peserta yang mangikuti lomba makan tersebut
akan terburu-buru makan dengan cepat dan agar cepat habis sehingga mendapatkan
juara. Sedangkan terdapat suatu hadits yang melarang makan janganlah
terburu-buru. Rasul pernah bersabda,’’Jika seorang diantara kalian makan,
maka jangan tergesa-gesa sampai dia menuntaskan makannya, meskipun iqomah sudah
dikumandangakan, (HR:Imam Bukhari)”.
Lomba makan
terbilang sangat menggiurkan karena biasanya lomba makan ini diadakan secara
gratis dan mendapatkan hadiah. Hadiahnya pun beragam. Dari yang bernilai rendah
hingga tinggi sampai jutaan rupiah. Siapa yang tidak tergiur? Selain itu juga
bisa mengenyangkan pula. Namun apakah anda tahu jika lomba makan itu bisa
dikatakan berlebihan. Karena lomba makan dikatakan sebagai mengonsumsi makanan
yang banyak dalam waktu singkat hingga menyebabkan perut kekenyangan.
Bagi kaum
muslimin, maka makan secara berlebihan adalah hal yang tercela. Dimana Nabi
Muhammad Shallallahu alaihi wassalam sebagaimana di dalam sabdanya, telah
menyarankan atau memerintahkan umatnya bahwa perut hendaknya diisi dengan tiga
bagian, yaitu 1/3 bagian untuk makanan, 1/3 bagian untuk air dan 1/3 bagian
untuk udara. Sehingga dalam agama Islam, makan berlebihan adalah hal yang
tercela.
Dari segi
kesehatanpun, mengonsumsi makanan yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang buruk.
Diantaranya yaitu masalah di pencernaan. Jika anda makan berlebihan atau
terlalu kenyang maka akan beresiko mengalami rasa mual, diare dan sembelit.
Apalagi jika makanan yang dikonsumsi hanya mengandung karbohidrat yang tinggi,
namun sangat miskin dengan kandungan vitamin dan serat yang penting. Jika
makanan yang masuk ke dalam tubuh terlalu banyak, maka makanan menjadi tidak
tercerna secara sempurna. Hal inilah yang kemudian menyebabkan beberapa masalah
seperti timbulnya gas, bersendawa berkali-kali, dan secara umum perut menjadi
tidak enak. Dalam jangka panjang, jika masalah pada organ pencernaan
terus-menerus terjadi (tanpa adanya upaya untuk menghindarinya), maka bisa
mengakibatkan bahaya serius bagi organ pencernaan. Salah sayu upaya untuk
menjaga organ pencernaan agar tetap sehat adalah konsumsi makanan yang cukup,
dan jangan berlebihan.
Mengonsumsi
makanan yang berlebihan seperti halnya dalam lomba makan juga bisa menyebabkan resiko
peningkatan kolesterol tubuh, memicu asam urat, mengakibatkan asam lambung dan
radang lambung. Tidak hanya itu, dengan berlebihan makan bisa berdampak buruk
bagi kesehatan otak. Terutama di jaman modern ini, yang bermunculan berbagai
makanan lezat tetapi tidak sehat. Seperti mengonsumsi makanan yang digoreng
secara berlebihan, maka hal in bisa sangat merugikan kesehatan otak Anda.
Dimana makanan dengan kandungan minyak dan lemak nantinya bisa menumpuk didalam
pembuluh darah. Efeknya mengakibatkan terjadinya hambatan pada asupan darah ke
otak, hal ini bisa menyebabkan terjadinya penurunan fungsi otak.
Demikian juga makanan yang disediakan dalam lomba makan yang mengandung bahan pengawet, pewarna dan bahan
kimia lainnya. Jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak bisa sangat berbahaya
bagi kesehatan otak. Zat-zat seperti ini bisa menjadi penyebab utama merosotnya
fungsi otak. Makan berlebihanpun bisa
menyebabkan kenaikan berat badan, akibatnya bisa menghilangkan rasa percaya
diri terhadap penampilan diri seseorang yang akhirnya bisa menyebabkan problem
depresi, kecemasan, bahkan menurunnya performa seksual. Tak hanya itu saja,
lomba makan juga bisa menyebabkan kematian. Seperti kejadian tahun lalu di
Cengkareng Jakarta Barat saat seorang tersedak karena terburu-buru makan dalam
mengikuti lomba makan yang berhadiah 5 miliar. Alhasil peserta lomba makan
itupun meninggal karena tersedak tadi.[2]
Setelah mengetahui
bahaya makan berlebihan, apakah masih tetap ingin mengikuti lomba makan? Atau
anda masih ingin tetap menyelenggarakan lomba makan dengan alasan untuk
bersenang-senang? apakah anda ingin menanggung berjuta resiko hanya untuk
kesenangan sesaat semata? Lomba makan sebenarnya asyik atau baik sih buat anda?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar